oleh

DPRD Bersama MPC Pemuda Pancasila Parepare Akan Terus Mengawal Tumpahan Minyak PT. Pertamina Parepare

PAREPARE, SULAPA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare, kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait tumpahnya solar yang mencemari perairan laut di wilayah Cempae, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, beberapa waktu lalu. Rapat tersebut, dihadiri sejumlah pengurus dan kader MPC Pemuda Pancasila Parepare, pihak PT. Pertamina Parepare, dan pihak Kapal Tanker MT Golden Pearl XIV, yang digelar di Ruang Banggar DPRD Parepare, senin (21/01/2019).

Rapat berjalan cukup alot lantaran pihaknya nahkoda sempat tidak mengakui adanya kebocoran tersebut dan berusaha menghindar. Bahkan, pihak nahkoda belum memberikan solusi dan penanganan seperti yang diharapkan dapat diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak tumpahan solar tersebut.

Kabid Pengawasan dan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Jenamar Aslan mengatakan, dari hasil uji laboratorium pada tanggal 11 Januari, pihaknya mendapatkan hasil bahwa dari aspek kimia yang berada di perairan Cempae, melebihi ambang batas. Meskipun, hasil tersebut berbeda dengan yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina Parepare. Hasil uji tersebut, karena titik koordinatnya berbeda. Sehingga, hasil uji berdasarkan koordinator akan kita perbandingkan dan Penanganannya kami telah berkoordinasi dengan Pertamina. Jelas hasil uji laboratorium harus sama-sama disetujui pihak pemerintah maupun pertamina.

MPC Pemuda Pancasila Parepare Bersama Ketua DPRD Kota Parepare

Sementara, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Parepare, Fadly Agus Mante menyatakan, dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) tadi, terungkap ada upaya pengaburan fakta, serta informasi dari Nakhoda Kapal Golden Pearl XIV dan PT. Pertamina. Apalagi, indikasinya sangat jelas jika mempelajari keterangan RDP sebelumnya. Bahwa terjadi kebocoran minyak (solar) yang berasal dari LO Cooler, sedangkan dari perkembangan info RDP tadi jelas bahwa jenis minyak solar tersebut, dibantah oleh pihak nakhoda kapal.

“Oleh karena itu, pihaknya tidak ingin terjebak dengan uraian kedua belah pihak tadi. Yang jelas, fakta di lokasi pantai pesisir Soreang telah terjadi tumpahan solar, yang berdampak pada pencemaran laut, dan disinyalir kuat bersumber dari minyak Kapal Tanker MT Golden Pearl XIV yang dicarter PT. Pertamina. Kami akan terus mengawal skandal tumpahan minyak ini sampai tuntas,”Jelas Fadly Agus Mante yang juga mantan Legislator Parepare.

Fadly menambahkan, fakta yang terungkap dari dua kali RDP terkait skandal tumpahan minyak ini yaitu, ada mal administrasi yang terjadi terkait proses perijinan laik berlayar Kapal Tanker MT Golden Pearl XIV yang diajukan dari pihak pertamina ke KSOP Parepare. Kemudian, telah diakui adanya tumpahan minyak yang mencemari pantai pesisir laut Soreang dan penanganan pencemaran tidak dilakukan secara komprehensif oleh Pertamina sesuai aturan perundangan-undangan yang berlaku, kamipun akan terus mengawal kasus ini.

Sedangkan Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir mengemukakan, rapat internal Komisi III untuk memutuskan langkah selanjutnya. Karena ini merupakan kepentingan terhadap dampak kerugian yang dialami masyarakat. Apalagi pernyataan pihak-pihak yang hadir sangat kontradiktif dan ada beberapa pernyataan yang disangkali.

MPC PP
Editor : Akbar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed