oleh

Yamin Siap Bernyanyi, Siapa yang nikmati aliran dana Dinkes Rp. 2 Miliar Lebih

PAREPARE, SULAPA.COM — dr Muh Yamin yang baru dicopot oleh Walikota Parepare, Taufan Pawe yang sekarang ini jabatanya staf Ahli Kemasyarakatan SDM Pemkot Parepare, siap mengungkap siapa yang menikmati aliran dana Dinkes tersebut.

Yamin kepada wartawan melalui via selulernya saat berada di Makassar, mengatakan, dirinya merasa terusik atas berita yang memojokkan dan menyalahkan kepada dirinya terkait masalah dana Dinkes tersebut.

Yamin didesak oleh keluarganya untuk mengungkap siapa yang menikmati dana Dinkes yang raib senilai Rp. 2 miliar lebih termasuk dana jasa Call centre 400 juta didalamnya.

Yamin akan melaporkan hal ini kepada pihak penyidik kejaksaan atau ke polda Sulsel terkait masalah ini, ”saya akan bongkar ini, dan saya punya bukti-bukti siapa yang menerima dana tersebut,”kata Yamin membela diri.

Bahkan rencana akan melakukan konfrensi pers terhadap masalah ini, agar bisa terang benerang, aliran dana Dinkes yang merugikan Dinkes Rp. 2 miliar lebih.”saya tidak mau kalau saya sendiri yang disalahkan, tapi saya siap bongkar walaupun sanksinya dipecat, bukti ada sama saya,”nyanyianya.

Ditambahkan, Yamin sekarang dipanggil BPK terkait dana kerugian Negara sekitar Rp. 2 miliar lebih, Yamin siap menjelaskan semuanya dan membawa bukti-bukti yang menerima dana tersebut.

Sementara Penasehat LSM Fokus Parepare, H Rahman Saleh yang juga merupakan mantan DPRD ini meminta dengan tegas agar Yamin mengungkap kasus ini hingga tuntas jika memang Yamin tidak sendirian yang menikmati dana tersebut.

Karena kisruh pembayaran insentif atau jasa Pegawai Call Center 112 hanyalah bahagian kecil dari masalah buruknya pengelolaan keuangan di lingkup pemkot Parepare, sesuai info yang didaptkan Rahman Saleh bahwa keterlambatan pembayaran insentif pegawai bukan dilingkup Dinkes saja tetapi semua oragnisasi perangkat Daerah (OPD) lainnya juga terjadi yang sama dengan jumlah yang cukup besar.

“Kebetulan yang punya keberanian persoalkan hanya dari pegawai Call Center 112. Ibaratnya seperti fenomena Gunung Es, yang muncul kepermukaan hanya sedikit namun sebenarnya kasus yang sama banyak terjadi tapi tidak muncul kepermukaan.”jelasnya. (samir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed