oleh

Pemerhati Anggaran Nilai DAK Pendidikan Ajang Pemborosan Uang


PAREPARE, SULAPA.COM – Ditengah kisruh yang semakin kencang atas dugaan adanya oknum pegawai yang meminta fee atau setoran sebesar 5 persen kepada Sekolah penerima manfaat DAK 2018,Kini muncul lagi masalah baru yakni dugaan pemborosan anggaran negara dibangunan tersebut.

Aktifias sosial dan pemerhati Anggaran Andi Ilham Abidin saat dihubungi SULAPA.COM semalam Senini (,28/01/2019), mengakui hal tersebut, Menurut Andi Ilham dana alokasi DAK Pendikikan 2018 sudah sangat tidak masuk akal dan terkesan pemborosan.

“Coba bayangkan, bangunan sederhana berupa Ruang kelas senilai Rp.151 juta, pantauan kami dilapangan ditemukan bangunan 1 RKB, lantai satu tak bertingkat dipasangi poer atau istilahnya pondasi cakar ayam” Sesal Andi Ilham.

Sementara idealnya menurut Andi Ilham sebuah bangunan yang dipasang pondasi poer adalah untuk bangunan yang peruntukanya buat 2 lantai.

“ini jelas pemborosan, bangunan ini disinyalir sengaja dibuatkan perencanaan menggunakan Pondasi Tapak atau Poer atau sering diistilahkan pondasi Cakar ayam” Sesal Andi Ilham kepada SULAPA.COM

Andi Ilham juga meminta agar Pihak Penyidik dapat mengembangkan proses Lidik pada persoalan fisik karens ada kejanggalan yg ditemukan disekolah yang mendapatkan kucuran dana DAK Pendidikan tahun 2018 apalagi sudah tersebar adanya pungutan 5% yang diminta pegawai Dinas Pendidikan Parepare. (Agung Shabir)

Editor : Akbar Sulapa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed