oleh

Koalisi Perempuan Kecam Aksi Penyerahan “ BH”. Dinilai Melecehkan Perempuan

PAREPARE, SULAPA.COM — Aksi Demo yang dilakukan oleh sejumlah Elemen Masyarakat, mengangkat tentang isu korupsi beberapa hari lalu di depan Kantor Wali Kota, DRPD dan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Parepare dinilai lecehkan Perempuan

Aksi yang diwarnai dengan Penyerahan BH (Kutang) sebagai Simbol lemahnya Anggota DPRD dalam Pengawasan isu Korupsi. Hal itu dinilai sebagai pelecehan terhadap Kaum Perempuan oleh sejumlah Aktivis yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Perempuan Indonesia kepada Wartawan di Warkop Terkenal Kota Parepare Warkop 588.

“ Kami Support Kegiatan teman teman Sejumlah elemen yang mengangkat isu korupsi yang membela masyarakat. Hanya saja yang kami tidak setuju adalah penyerahan BH sebagai Simbol lemah. “ Kata Andi Nilhawati Ridha, Sabtu (16/02/2019)

Masih Menurut Andi Nila, kami sebenarnya ingin melakukan Pernyataan Sikap saat usai Aksi Demo dilkakukan, hanya saja Kita tak mau meredupkan Eksistensi teman teman yang melakukan aksi mengangkat Isu Korupsi.

“ Isu teman teman tentang Korupsi kami sangat Apresiasi. Kami Koalisi Perempuan Indonesia merupakan juga penggiat Anti korupsi bahkan sejak bertahun tahun lamanya. Bukan karena adanya moment Apa.?, “ Kata Andi Nilha Rida

Sementara itu Andi Erniyani Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia Kota Parepare, mengungkap hal yang sama. Andi Erni menyayangkan Pernyataan dari Seorang Rahman Saleh, yang dianggap Seorang Tokoh yang intelektual.

“ Kami sebagai perempuan, Merasa sangat dilecehkan oleh pernyataan Pak Rahman Saleh yang kami anggap melecehkan Perempuan. Simbol pemberian BH atau Kutang sebagai mahluk lemah, membuat kami angkat bicara.” Tegas Andi Erniyani.

Lanjut Andi Erniyani, Rahman Saleh termasuk menganggap Perempuan tidak mempunyai kemampuan apa apa. Mereka lupa Perempuan yang mereka lecehkan termasuk ibu, istri dan anak anak Mereka adalah Kaum Hawa.

“ Mereka lupa, Barang dibalik BH, yang mereka lecehkan merupakan sumber kehidupan Manusia saat mereka dilahirkan pertama kali di Muka Bumi. Menyusui adalah kekuatan terbesar Perempuan memberikan kehidupan pertama pada anak anaknya. “ Ungkap Andi Erniyani.

Koalisi Perempuan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Alita Karen, juga mengecam tindakan yang dilakukan Sejumlah Demonstran yang mempermainkan BH saat demo. Alita mengaku geram melihat Video yang dilakukan Demonstran mempermainkan BH.

“Teman teman pernah mencoba untuk melakukan Negosiasi, namun toh itu ternyata tidak dilakukan. Kami tidak angkat bicara soal Isu Korupsi yang dibawakan teman teman, hanya saja Simbol yang dibawanya kami anggap sebagai Pelecehan dan sangat menganggu kami sebagai Perempuan. “ Ungkap Alita

Pihak Aktivis Perempuan berharap, agar yang mengeluarkan Pernyataan saat aksi demo dilakukan, segera meminta maaf secara terbuka, Terkait Simbol yang mereka bawa, bukan terkait Soal Isu Korupsi. (Cam)

Editor Akbar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed