oleh

ketua PP IMDI : Penolakan Kampus IAIN Parepare Bukti Tidak Memahami Permenrisdekdikti No. 55 tahun 2018



PAREPARE, SULAPA.COM – Ketua Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa DDI Nur Khaliq menyayangkan tindakan kampus IAIN Parepare terkait Penolakan Kampus dalam penyelenggaraan terakait Seminar nasional dan pendidikan gender digelar oleh Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Darud Da’wah Wal-Irsyad (PP-IMDI). Hal ini di ungkapkan oleh ketua PP IMDI Nur Khaliq Rabu (06/03/2019).

Seminar nasional dan pendidikan gender tersebut sendiri dibawakan oleh Guru Besar Filologi Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Dr. Hj. Nurhayati Rahman, M.Hum, Rabu (6/3/2019), awalnya Di agenda Bertempat di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare namun ditolak oleh pihak kampus, dengan terpaksa dialihkan ke Hotel baru Hotel Youtefa Sumpang Binangae Kec. Bacukiki Barat Kota Parepare.

“Kami sangat menyayangkan atas tindakan pelolakan pihak kampus karena kita ini ingin menyambut kedatangan Guru Besar UNHAS untuk mengshare ilmunya kepada mahasiswa, tapi dengan adanya seperti ini, apa boleh buat kita alihkan”, tegas ketua PP IMDI Nur Khaliq.

Panitia kegiatan menyampaikan penolakan untuk melaksanakan kegiatan di auditorium IAIN Parepare diterima pada saat H-1 kegiatan, “Kami kewalahan mencari tempat alternatif untuk kegiatan seminar nasional, kemarin sore, (Selasa, 5/3), saat dikonfirmasi untuk pemakaian gedung, hasilnya tidak dibiarkan”, tuturnya

Nur Khaliq menambahkan jika pihak kampus harus tahu adanya permenristekdikti No. 55 tahun 2018 dan juga tidak boleh melupakan sejarah pembangunan IAIN Parepare yang pada mula pembangunannya di pelopori oleh ormas DDI.

“Mengingat akar sejarah DDI yang panjang terhadap pembangunan IAIN Parepare, setidaknya pihak kampus mempertimbangkan rencana kegiatan positif ini, begitupula telah adanya permenristekdikti nomor 55 tahun 2018 bahwa “, tutupnya

Sekedar Diketahui Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (permenrisdekdikti) No. 55 tahun 2018 yang membahas tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi, menjadi pegangan bagi organisasi mahasiswa ekstra kampus untuk melakukan kegiatan dalam kampus. (Achy)

Editor Akbar



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed