oleh

Humas IAIN Bantah Pernyataan Ketua PP IMDI terkait Penolakan Kedatangan Guru Besar UNHAS Di IAIN Parepare

PAREPARE, SULAPA.COM – Polemik Tentang dipindahkannya kegiatan seminar dan Pendidikan Gender yang dilaksanakan Oleh PP IMDI dijawab oleh Kasubag Humas IAIN Parepare, menurutnya pihak kampus tidak pernah Menolak Siapapun untuk melaksanakan kegiatan di kampus asal sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Hal tersebut disampaikan kepada reporter sulapa. Com rabu, (06/03/2019).

Kasubag Humas IAIN Parepare, Suherman Syach bergeming dengan pemberitaan yang dirilis di portal www.radiomesra.com, Rabu,6/3/2019 berjudul “Kegiatan Penyambutan Guru Besar UNHAS di Tolak pihak Kampus IAIN Parepare”.

Menurutnya, judul pemberitaan ini sangat bombastis dan cenderung memojokkan IAIN Parepare tanpa meminta klarifikasi.

“Seharusnya, awak media profesional melakukan reportasi dan pemberitaan dengan melakukan kroscek dan klarifikasi kepada objek yang terkait dalam berita” ujarnya.

Lanjut Suherman, Judul berita yang diangkat oleh salah satu media online tentang penolakan guru besar UNHAS, jelas membingungkan kami di IAIN Parepare.

“Kami tidak tahu asal muasal, kok tiba-tiba di tolak. Berita ini sangat menyesatkan” paparnya.

IAIN Parepare dengan perguruan tinggi mana pun, baik yang ada di dalam dan luar Sulaweai Selatan dan bahkan luar negeri itu memiliki hubungan yang baik dan saling mendukung untuk pengembangan masing-masing.

“Selama ini, kami di IAIN Parepare sangat welcome dengan kedatangan siapa pun apalagi kalau Guru Besar.” tepis Kasubag Humas menanggapi isu yang cenderung membenturkan IAIN Parepare dengan kampus lain.

“Perguruan tinggi lain adalah mitra kerjasama kami” tambahnya.
Terkait dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh salah satu organisasi mahasiswa ektra kampus di Gedung Auditorium IAIN Parepare, mantan mahasiswa era reformasi ini menyatakan seharusnya tidak ada masalah.

“Selama ini, kami selalu memfasilitasi kegiatan-kegiatan organisasi mahasiswa, termasuk organisasi ektra jika ingin melakukan kegiatan di kampus, apalagi kalau kegiatannya bersifat pengembangan akademik” papar kasubag.

Kegiatan-kegiatan besar yang pernah dilakasanakan organisasi kemasyarakatan terbilang banyak. “Beberapa bulan lalu, Pengurus Besar DDI menggelar kegiatan Seminar Nasional untuk mengusung Andregurutta K.H. Abdul Rahman Ambo Dalle sebagai Pahlawan Nasional. Itu sangat disupport dan didukung penuh bapak Rektor dan seluruh pimpinan serta civitas kampus” kenang Suherman mengingatkan.

“Saya telusuri sebab musabab tidak jadinya kegiatan PP IMDI digelar di kampus, itu persoalan administrasi. Saya tidak menemukan surat permohonan mereka di bagiam umum” jelasnya memberi klarifikasi.

“Ada persoalan administrasi di sana. Kampus ini lembaga formal, punya tata aturan normatif yang prosedural. Satuan unit saja, misalnya organisasi mahasiswa intra atau bahkan kegiatan prodi harus menyurat ke bagian umum jika ingin menggunakan fasilitas kampus. Jadi, teman-teman pengurus organisasi harus memahami aturan mainnya, jangan hanya menyalahkan secara sepihak” pintamya mohon pengertian. (Rilis Humas IAIN)

Editor Akbar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed