oleh

MTQ Ke XXVIII Di Gelar Dengan Meriah

PAREPARE, SULAPA.COM – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kota Parepare yang ke XXVIII tahun 2020, resmi digelar di Kota Parepare, yang dibuka langsung Wakil Walikota Parepare, di Taman Mattirotasi, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Jumat malam (6/3/2020).

Acara yang dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Parepare, Danyon Brimob Batalion B Pelopor Kota Parepare, Kakan Kemenag Parepare, Kanwil Kementrian Agama Provinsi Sulsel, serta para peserta MTQ tingkat Kota Parepare.

Kepala Bidang Penerangan agama Islam, Zakat dan Wakaf, Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, H Rappe, mengatakan, pelaksanaan MTQ di Kota Parepare ini, merupakan pelaksanaan MTQ yang ke 19 dari 24 Kabupaten Kota yang ada di Sulawesi Selatan.

“Ini yang urutan ke 19 dari 24 Kabupaten Kota, dan pelaksanaan MTQ ini dilakukan menuju ke MTQ tingkat Provinsi Sulsel yang akan digelar pada April 2020 mendatang di Kabupaten Pangkep,”ungkap dia.

H Rappe, berharap melalui seleksi MTQ tingkat Kota Parepare, diharapkan bisa mendapatkan hasil yang baik dan seleksi yang sebaik-baiknya, sehingga kemudian mampu membawa Kota Parepare dengan hasil yang baik, dan berharap bukan hanya sampai disitu namun mampu mewakili Sulsel pada tingkat Nasional.

“Kita berharap dewan juri bekerja dengan sangat profesional dan baik, sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik dan juga bagaimana hasil tersebut bisa dipertanggung jawabkan, maka kemudian kita tidak boleh memilih hanya karena hati nurani, tapi mengutamakan bakat yang ada,”jelasnya.

Diapun, semangat relijiusitas dan juga sinergitas keagaman di Kota Parepare bisa terus terbangun, dan bagaimana Kota Parepare dan juga Sulsel secara umum bisa menghasilkan yang lebih baik lagi, Sulsel harus terdepan dalam hal pengembangan keagamaan, dan kita kembalikan kejayaan MTQ ditingkat Nasional nantinya.

Wakil Walikota Parepare, Pangerang Rahim, berharap pembinaan karakter dan juga keagamaan terus ditingkatkan sebagai bentuk sinergitas antara pembangunan keummatan dan juga pembangunan Fisik.

“Secara dasarnya pembangunan keummatan lebih berat dari pembangunan fisik Kota, dari penataan Kota, namun ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Parepare,”urainya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed