Daar Al-Qalam Bahas Sejarah Pers dan Media Islam di Era Penjajahan Sampai Kemerdekaan

MAKASSAR, SULAPA. COM – Daar Al-Qalam (Jurnalis Muslim Bangkitkan Peradaban Islam) mengadakan pertemuan pertama dalam program peningkatan skill media dan jurnalistik yang di adakan oleh Mujahid Dakwah Media, bertempat di Masjid Darul Khair Villa Samata Gowa Sulawesi Selatan, Ahad (15/03/20).

Pemateri Daar Al-Qalam mengatakan bahwa sejarah telah mencatat perjalanan panjang perjuangan media dan pers Islam di Nusantara sampai Indonesia mendapatkan kemerdekaanya. Peran para aktivis media Islam dan jurnalis muslim sangatlah besar dalam kehidupan masyarakat bangsa dan Negara.

“Kebangkitan pers dan media Islam telah tercatat dalam sejarah Nusantara, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Pers Islam memiliki andil yang sangat besar dalam melakukan berbagai perlawanan terhadap berbagai bentuk kolonialisme dan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan sekutunya,” ujar Muhammad Akbar saat menyampaikan materinya siang tadi.

Kita dapat melihat Pada fase awal sekitar tahun 1906 berdiri Al-Imam sebagai majalah Islam pertama di Asia Tenggara. Ia diterbitkan di Singapura pada Jumadil Akhir 1324 H / Juli 1906 M dan berakhir pada permulaan 1909. Majalah yang menggunakan aksara Arab-Melayu atau Jawi dan diterbitkan Melayu ini dirilis di Mathba’ah (Drukkery) Melayu Tanjung Pagar, Singapura. Sayyid Ahmad Al-Hadi, yang merupakan anak angkat dari Raja Ali Kelana bin Raja Ahmad Riau, dan Syekh Muhammad Taher bin Muhammad Jalaluddin Al-Azhari, Sayyid Muhammad bin Aqil bin Yahya dan Syekh Muhammad Salim Al-Kalali.

“Berbagai latar belakang lahirnya Al Imam adalah keterpurukan, kehancuran dan kerusakan kondisi masyarakat dan umat di bawah penjajahan belanda, inggris dan sekutunya, berbagai cekaman, penindasan, kekerasan, kemiskinan di alami oleh masyarakat serta tidak adanya wadah untuk menyampaikan aspirasi ummat dan tegaknya amar ma’ruf dan nahi mungkar. Dan yang paling penting adalah agar umat Islam dapat meraih kemerdekaanya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Founder Mujahid Dakwah mengutip sebuah edisi dari Al Imam yang menegaskan haluannya, “Untuk mengingatkan mereka yang terlupa, membangunkan mereka yang terlelap, menunjukkan arah yang benar kepada mereka yang tersesat, memberi suara kepada mereka yang berbicara dengan bijak, mengajak umat Islam berupaya sebisa mungkin untuk hidup menurut perintah Allah, serta mencapai kebahagiaan terbesar di dunia dan memperoleh kenikmatan Tuhan di Akhirat.” (Al Imam, I Juli 1906).

Pasca kemerdekaan berbagai media massa Islam muncul diantaranya Harian Abadi. Harian Abadi menjadi corong pergerakan dari Partai Masyumi yang menjadi pengawal terhadap pemerintahan Soekarno waktu itu.

“Perjalanan panjang media massa Islam terus berlanjut pada fase kedua, yakni fase kemerdekaan Indonesia. Dalam catatan sejarah, telah terbukti bahwa media massa Islam menjadi penyuara aspirasi yang dihadapi oleh umat, baik dari segi keagamaan, social, ekonomi dan politik,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, kebangkitan media Islam sangat dinanti oleh umat dan masyarakat hari ini. Ditengah krisisnya penyebaran informasi, maka media Islam dengan konsepnya yang sesuai tuntunan syariat diharapkan dapat menjadi cahaya ditengah krisisnya informasi hari ini.

“Perjuangan ummat Islam di Indonesia melalui media massa tampaknya telah berurat dan berakar, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Jika kita bercermin melalui sejarah, maka akan terlihat media massa Islam menjadi roda-roda penggerak dalam perjuangan Islam, menjadi minyak sebagai pembakar perjuangan umat Islam bahkan menyelami nasib umat yang terpuruk di negeri ini,” tutupnya.

Reporter: Nurrizal
(Peserta Daar Al-Qalam)

Akbar sulapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

HUT Parepare, 15 Proyek Senilai Rp 110 Miliar Diresmikan Gubernur Sulsel

Ming Mar 15 , 2020
PAREPARE, SULAPA. COM — Puncak peringatan HUT ke-60 Kota Parepare, Sabtu, 14 Maret 2020, ditandai dengan peresmian mega proyek tahun anggaran 2019. Ada 15 proyek senilai total Rp110 miliar yang diresmikan langsung Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah bersama Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe. Di antara proyek-proyek itu yang terbesar adalah RS Regional dr Hasri Ainun Habibie (HAH) […]

PILIHAN PEMBACA

  • Membanggakan, Ketua P2KKN dan Dosen Pembimbing Semua dari Parepare PAREPARE, SULAPA. COM — Pemerintah Kota Parepare menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Senin, 13 Juli 2020. Penerimaan dan pembukaan resmi secara virtual oleh Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe diwakili Sekda Kota Parepare, H Iwan Asaad. Penerimaan diikuti oleh Kepala Bappeda Parepare, Samsuddin Taha, beberapa […]

  • PANGKEP, SULAPA. COM – Bhabinkamtibmas Polsek Minasatene Polres Pangkep Aipda Muh. Amir bersama Babinsa Koramil 1421 – 02 Minasatene Pelda Gassing melakukan perintisan dan pembuatan jalan Alternatif yang menghubungkan dari Kp. Japing Japing ke Kp. Alattarajae Kel. Bintolangkasa Kec. Minasatene Kab. Kangkep. “Sehubungan Kp. Alattarajae Kel. Bontolangkasa yang selama ini masih terisolasi tidak ada akses jalan menuju Kp. Tersebut kecuali […]

  • PAREPARE, SULAPA. COM – Sigap tanggap Covid-19 dilakukan oleh Kelurahan Lumpue Kecamatan Bacukiki Kota Parepare dengan mengadakan rutinitas penyemprotan disinfektan diberbagai tempat di wilayah kelurahan lumpue, Ahad (12/07/20) Rutinitas tersebut di koordinir langsung oleh lurah lumpue Siswandi Dwi Saputra, ia menyampaikan tujuan dari kegiatan tersebut untuk memutus mata rantai virus corona. “Penyemprotan disinfektan ini tidak hanya dari tim kelurahan, tapi […]

  • MAKASSAR, SULAPA. COM – Pemilihan wali kota Makassar desember mendatang nampaknya akan semakin dinamis. Meski berlangsung serentak diberbagai kab/kota di seluruh indonesia. Khusus di Sulawesi selatan, Makassar menjadi sorotan belakangan ini. Selain karena menjadi episentrum politik di Sulsel, juga dikarenakan sejumlah tokoh berpengaruh akan mengambil peran dibelakang bakal calon. Apalagi nyaris semua bakal calon yang ada saat ini, bergantung pada […]

  • JAKARTA, SULAPA. COM – Madrasah akan memulai tahun pelajaran 2020/2021 mulai 13 Juli mendatang. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar mengatakan bahwa Madrasah, baik Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), maupun Aliyah (MA), akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. “Mulai tahun pelajaran 2020/2021, pembelajaran di MI, MTs, dan MA akan menggunakan kurikulum baru […]

× Iklan, Saran dan Kritik Hubungi Kami