oleh

Akibat Virus Corona Pendapatan Pijat Tunanetra Kota Padang Anjlok Berharap Perhatian Pemerintah

PADANG SUMBAR, SULAPA. COM – Nasib malang dialami disabilitas tuna netra yang bekerja sebagai pijat tunanetra dikota Padang. Wabah virus corona seminggu terakhir ini membuat pasien sangat sepi bahkan tidak ada sama sekali.

Salah satu tuna netra sugiarto menuturkan klinik pijat tunanetra yang ada di Kota Padang sejumlah 50 klinik pijat. Semuanya merasakan dampak tersebut.

“kami hanya bergantung hidup dengan usaha ini, bahkan sebagian kami adalah keluarga suami-istri tunanetra yang harus menghidupi anak-kami. Sehari-hari kami hidup dari pasien pengunjung yang kami pijat.” Sugiarto.

Bapak dua anak ini menyampaikan Kalau tidak ada pengunjung yang datang ke kliniknya tentu ia tidak mempunyai penghasilan. Sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup, apalagi semua harga juga naik. Untuk itu sugiarto mohon bantuan kepada Pemko Padang, wakil rakyat yang duduk diDPR dan DPRD atau dermawan lainnya juga memikirkan nasib mereka ini.

Tuna netra kota Padang saat ini hanya bisa berdiam diri dirumah sambil berharap ada yang memikirkan nasib mereka, karena pekerjaan apa lagi yang bisa dikerjakan selain jadi tukang pijit.

Disabilitas tuna netra kota Padang sangat berharap sekali bantuan dari semua pihak untuk bisa menghidupi keluarga mereka, begitulah keadaan Disabilitas tuna netra kota Padang saat ini yang sangat memprihatinkan, tuna netra diberi kekurangan tapi mereka masih mau bekerja dan berusaha tapi apalah daya tuna netra hanya bisa berdo’a ada yang memikirkan nasibnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed