oleh

Pemkot Parepare bersama Kemenag, DMI, serta MUI Sisir Masjid

PAREPARE, SULAPA. COM – Kegiatan monitoring masjid sekota Parepare yang dilakukan oleh tim gabungan Pemerintah Kota Parepare Kepala Bagian Kesra bersama Kementerian Agama (Kemenag) dalam hal ini Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh).

Monitoring ini bertujuan memberikan penjelasan secara persuasif kepada Imam serta pengurus masjid yang masih aktif melaksanakan Sholat Jum’at sewaktu tanggal 3 April, memutus mata rantai dari penyebaran virus corona atau Covid-19 untuk meniadakan dulu sholat jum’at secara berjama’ah dengan digantikan dengan sholat dhuhur.

Puluhan masjid yang ada di kota Parepare telah ditelusuri oleh tim gabungan, termasuk juga Polsek Soreang, Ujung Danramil, Pihak Kecamatan dan Lurah setempat turut didalamnya.

Kementerian Agama melalui Kasi Bimas Islam H. Taufik Thahir menyampaikan, jika tujuan memonitoring masjid untuk menyampaikan sholat jum’at ditiadakan dulu.

“Kemarin, Selasa (07/04/20 red. ), kita sudah mendatangi masjid-masjid di Kecamatan Bacukiki dan Bacukiki Barat yang masih aktif melakukan sholat jum’at”, ungkap H. Taufik Thahir

“Jadi kami tetap mengimbau kepada para masyarakat untuk mengganti sholat jum’atnya dengan sholat dhuhur agar menghindari penyebaran Covid-19 ini dengan harapan masjidnya ditutup sementara”, tutupnya

Pemkot Parepare serta pihak Kementerian Agama sebelumnya telah mengimbau kepada masyarakat agar sholat jum’at ditiadakan untuk sementara, agar memutus penyebaran Covid-19.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed