oleh

Pasien Rapid Test Positif atau Reaktif Belum Tentu Positif Terinfeksi COVID-19

PAREPARE,  SULAPA. COM – Banyaknya istilah seputar penyebaran virus corona membuat warga banyak yang bingung terkait masalah tersebut. Menjawab tersebut, Humas RSUD Andi Makkasau Hj.  Farida Menjawab beberapa istilah terkait sebagian istilah itu. Melalui laman FBnya,  RSUD Menjelaskan Istilah itu. Ahad (19/04/20)

Ia menjelaskan, Rapid Test adalah tes Immunologik dengan mengambil sampel darah pasien, lalu diperiksa menggunakan teknik anti bodi.

“Rapid test merupakan metode skrining awal dengan sample darah untuk mendeteksi antibodi, yaitu IGM dan IGG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Virus Corona. Antibodi ini secara otomatis akan dibentuk oleh tubuh manusia bila adanya sinyal paparan virus Corona. Sehingga untuk mengetahui hasil rapid tes tidak memerlukan waktu yang lama hanya 15 menit .” Tulisnya.

Lanjut,  Demam, sesak, flu, dan batuk, menjadi gejala covid-19. Sekarang mulai bermutasi gen, dengan tanda mata merah berair, merasakan gatal pada kulit yang disertai kemerahan.

“Seseorang yang terpapar virus SARS-Cov-2 (penyebab COVID 19) membutuhkan waktu 7 hari untuk bisa positif setelah terpapar virus. Sehingga Rapid Test tidak bisa mendeteksi orang yang belum ada gejala, hasilnya bisa negatif atau non reaktif walaupun terinfeksi.” Tambahnya

Apabila pasien seperti ini datang ke puskesmas atau rumah sakit, besar kemungkinan menularkan virus kepada tenaga kesehatan yang tidak menggunakan APD lengkap saat kontak. Pasien yang Rapid Testnya negatif tetap harus melakukan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi RNA virus melalui swab tenggorok atau Test PCR.

Pasien dengan hasil rapid test positif atau reaktif belum tentu dia positif terinfeksi COVID-19,harus dipastikan dengan Tes PCR.

“Rapid test hanyalah bertujuan sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan mendiagnosa “kepastian vonis” infeksi virus Corona atau COVID-19.” Jelasnya.

Apabila hasil rapid test positif, jangan panik dulu. Antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain bukan virus penyebab Covid-19.

Itulah sebabnya, orang yang hasil rapid test-nya positif perlu melakukan pemeriksaan swab melalui lendir hidung dan tenggorok dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi secara langsung keberadaan virus Corona. Untuk mengetahui hasil akhir test ini memerlukan waktu sekitar 7-8 hari. Tes PCR inilah yang memastikan apakah seseorang positif terinfeksi Corona atau tidak.

Sumber Humas Infokom RSUD Andi Makkasau

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed