oleh

Hasil Swab Test, Pasien Positif Covid-19 Di Kota Parepare Terus Bertambah

PAREPARE, SULAPA. COM – Perkembangan terbaru Covid-19 di Kota Parepare, hasil Swab tes yang keluarkan oleh Tim Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19, update terkini jumlah positif hasil swab test ini bertambah sehingga keseluruhan ada 7 pasien baru yang positif berdasarkan hasil swab test.

Informasi yang dihimpun dari RSUD Andi Makkasau Parepare menyebutkan, 7 pasien positif hasil swab test itu masing-masing 5 orang dari kluster Lompoe Mas atau wilayah Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, dan 2 orang kluster Ujung Bulu atau tepatnya Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Parepare.

Humas yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Parepare, Dr Hj Halwatiah membenarkan data itu.

“Data sementara kami tadi malam 4 positif, karena ada 3 yang baru positif hasil swab test. Bisa saja bertambah kalau ada informasi terbaru dari RSUD Andi Makkasau,” ungkap Halwatiah, Kamis, (30/04/20).

5 pasien khusus dari kluster Lompoe Mas, 4 saat ini dirawat di RSUD Andi Makkasau, 1 orang masih dirawat di RS Sumantri.

Merujuk dari data pasien positif itu, Parepare kini mesti mewaspadai transmisi lokal. Hal ini diungkap Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe saat berbicara dalam siaran langsung (live streaming) membahas Covid-19 di Radio Mesra FM, Kamis, (30/04/20).

Sementara dalam data terbaru yang dikeluarkan Gugus Tugas Covid-19 Parepare, selain pasien positif, juga disebutkan ada 89 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 22 di antaranya dalam proses pemantauan, 67 selesai pemantauan.

22 ODP yang masih dipantau ini tersebar di hampir 22 kelurahan di Parepare, perlu diwaspadai. Sementara 67 ODP selesai dipantau relatif aman, karena sudah melewati masa inkubasi.

Selain itu, ada 857 Orang Tanpa Gejala (OTG), 408 di antaranya masih proses pemantauan, 449 selesai pemantauan. 408 OTG yang masih dipantau tersebar di 22 kelurahan ini yang patut diwaspadai. Sedangkan 449 OTG yang sudah dipantau bisa dikatakan aman, karena sudah melalui masa inkubasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed