KNPI: Penugasan Bank Pemerintah Sebagai Penyangga Likuiditas Perbankan Nasional Tidak Tepat!

JAKARTA, SULAPA. COM – Ketua DPP KNPI Azhar Adam menilai tidak tepat keputusan menugaskan Bank milik Pemerintah sebagai penyangga likuiditas perbankan Nasional yang bermasalah akibat dampak pandemi COVID-19 di Indonesia.

“Apapun alasannya tidak tepat mengalihkan tugas dan tanggung jawab urusan stabilitas ekonomi nasional kepada perbankan. Itu adalah tugas Bank Indonesia (BI) sebagai regulator yang harus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19,” urai Adam melalui pernyataannya di Jakarta, Sabtu (09/05/20).

Menurut Alumni Trisakti itu, ide memindah tangankan urusan stabilitas ekonomi dengan menunjuk bank Pemerintah sebagai penyangga likuiditas tidak beralasan.

“Ini salah penugasan dan menjadi masalah bagi perbankan yang saat ini juga sedang dalam kondisi likuiditas ketat,“ lanjut Adam.

Dikatakannya, DPP KNPI akan ikut mengawal ini supaya tidak salah arah. Tidak boleh regulator melapaskan tanggung jawab urusan ekonomi nasional pada bank.

DPP KNPI akan mendorong ini sampai kepada Presiden RI supaya meninjau kembali Perpu tersebut. Aturannya harus jelas dulu, perbankan jangan dibuat susah lagi setelah mereka memberikan relaksasi kredit kepada masyarakat terdampak Covid-19.

“Likuiditas mereka pasti sudah cukup terganggu dengan adanya relaksasi tersebut. Sampai kapan Covid-19 selesai dan sampai kapan perbankan kuat menyiapkan likuiditas tidak dapat dipastikan,” ucapnya.

Semestinya, dudukan dulu aturannya seperti apa dan jangan menambah perbankan dengan tugas yang bukan menjadi kewajibannya.

Adam menambahkan harus ada aturan yang jelas jika Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap dipaksakan dan harus menjadi bank penyangga likuiditas bank sistemik.

Menurut KNPI tugas untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sebenarnya sudah tepat melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dibawah koordinasi Bank Indonesia yang sudah berjalan dan terbukti pada saat pemerintah harus melakukan Bailout pada bank Century waktu lalu.

“Perlu diatur ulang agar tidak ada kesalahan di kemudian hari. Apalagi setelah pandemi Covid-19 selesai di Indonesia. Jangan lantas kemudian dicari-cari salahnya mengapa keluar uang banyak pada saat itu,” katanya menambahkan.

Pilihan terbaik menurut KNPI biarlah bank berjalan seperti sekarang membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sehingga ekonomi berjalan dan regulator menjamin likuiditas bank aman pada era pandemi COVID-19.

Akbar sulapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wujud Kepedulian IPMI Sidrap Cabang Tellu Limpoe Sambangi dengan Aksi Sosial

Ming Mei 10 , 2020
SIDRAP, SULAPA. COM – IPMI Sidrap Cabang Tellu Limpoe melaksanakan aksi sosial dengan membagikan beras, uang dan masker kepada masyarakat di kecamatan Tellu Limpoe yang meliputi Amparita, Teteaji dan Massepe. Ahad (10/05/20). Ketua Umum IPMI Sidrap Cabang Tellu Limpoe Achmad Ali Munsyir menjelaskan Ini merupakan wujud kepedulian pengurus IPMI Sidrap Cabang Tellu Limpoe dengan memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat di […]

PILIHAN PEMBACA

  • Bulan agustus adalah bulan yang paling bersejarah di Republik Indonesia yang kita cintai ini, karena bulan ini menjadi momentum berdirinya negara yang ditandai dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Negara Republik Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Biasanya juga di bulan ini, banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan di republik ini untuk menyambut atau merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, namun dengan pandemi covid-19 ini, […]

  • LUTRA, SULAPA. COM – Banjir kembali melanda wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, setelah curah hujan tinggi mengguyur pada hari ini, Selasa (04/08/20). Relawan one care Arif kepada media via whatsapp membenarkan hal tersebut mengatakan debit air di Sungai Masamba naik. Ditambah hujan yang terus-menerus terjadi. Relawan one care lain Ida mengungkapkan Timnya saat ini menyalurkan donasi sebanyak 75 […]

  • SIDRAP, SULAPA. COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) ICHSAN Sidrap melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Kamis, (06/08/2020). Bantuan kemanusiaan tersebut berupa air minum 15 dos, beras 230 kg, terpal 5, karpet 1 lusin, sarung 1 dos, popo bayi 3 dos, perlengkapan bayi 1 dos, p3k 1 […]

  • PAREPARE, SULAPA. COM – Musibah yang terjadi di Masamba Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan, salah satu banjir disertai dengan lumpur menjadikan masyarakat yang terkena dampaknya banyak kehilangan dan menjadi traumatik yang dirasakan. Hingga saat ini sejumlah relawan, baik yang berada di lokasi musibah maupun di daerah masing-masing menggelar kegiatan kemanusiaan untuk mengurangi kesedihan akibat dari musibah tersebut. Kegiatan Ngobrol Puisi […]

  • PAREPARE, SULAPA. COM – Ketua ormas laskar merah putih Parepare H. Syamsul latanro untuk pelaksanaan Qurban tahun ini kembali menyerahkan 3 ekor sapi Qurban kepada masyarakat. Salahsatu pengurus yang juga komandan Densus laskar merah putih parepare Sappe dihubungi mengatakan pembagian hewan Qurban tersebut merupakan program rutin yang dilakukan HSyamsul latanro disetiap pelaksanaan Idul Qurban. “Beliau adalah tokoh masyarakat yang kami […]

× Iklan, Saran dan Kritik Hubungi Kami