oleh

Halal Bihalal Pokjaluh Parepare, Covid-19 Dikisaran New Normal

PAREPARE, SULAPA. COM – Halal bihalal merupakan budaya yang telah dilakukan di Indonesia dari turun temurun, yang bertujuan untuk menjalin dan lebih mempererat tali silaturahmi dengan melakukan agenda pertemuan kegiatan seperti seminar dan dialog.

Dalam keadaan pandemi Covid-19 ini mengharuskan kaum muslimin yang menggelar Halal bihalal menggunakan Video Conference (Vidcon) melalui aplikasi zoom.

Seperti yang dilakukan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Parepare menggelar Halal bihalal virtual dengan menghadirkan Phytopatologist Universitas Muhammadiyah Parepare H Abdul Azis, memgangkat pembasahan “Fenomena Mikroorganisme Covid-19 Pada Fase New Normal”.

Halal Bihalal virtual ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare H Abdul Gaffar, Kepala seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas) H Taufik Thahir, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) sekota Parepare baik ASN maupun Non ASN, para penghulu yang sempat hadir, dan juga Ketua Pokjaluh yang selaku moderator pada kegiatan dialog Halal Bihalal.

H Abdul Azis selaku pembicara menjelaskan, jika masyarakat memahami tentang virus Covid-19, maka masyarakat tidak perlu takut akan virus tersebut.

“Yang sebenarnya bagian proteinnya mengganggu tubuh kita dan virus itu tidak akan berkembang sebelum masuk didalam tubuh”, kata H Abdul Aziz

Ia menambahkan, dengan diterapkannya New Normal ini, masyarakat diharap bisa beradapatasi dengan perkembangan informasi Covid-19, “Akan tetapi harus memenuhi protokol kesehatan, masyarakat diharapkan menjaga kesehatan, jangan tinggalkan Handsanitizer serta antiseptik”, pungkasnya

New normal merupakan tatanan baru untuk beradaptasi dengan COVID-19 yaitu masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi.

Dosen UM Parepare ini mengatakan, jika adanya pandemi ini mempunyai hikmah yaitu Allah Swt menginginkan kita selalu menjaga kebersihan.

“Semoga dengan adanya informasi-informasi yang telah disampaikan bisa membuat para penyuluh mensosialisasikan tentang pemahaman Covid-19 di era New Normal ini”, tutupnya

Kagiatan tersebut juga diikuti oleh partisipan yang bukan saja dari kota Parepare, namun sebagian berasal dari kab/kota Palopo, Enrekang, Makassar, Luwu, Bantaeng, dan Pinrang. Partisipan yang ikut juga berasal dari berbagai latar belakang profesi dan ormas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed