oleh

Masa Pandemi, RBCD Ubah Jadwal Belajar Anak Jalanan

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Meski saat ini memasuki masa pandemi dengan anjuran pemerintah bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) namun aktivitas di Rumah Belajar Cinta Damai (RBCD) tetap berjalan walaupun dengan sedikit pengurangan waktu pertemuan. Hal tersebut diungkapkan Founder RBCD Asniar Khumas Ahad (20/06/20).

“RBCD adalah tempat dimana kami ingin pengembangkan generasi muda parepare banyak program terkait visi misi RBCD salah satunya seperti rumah litetasi anak putus sekolah, sebelum masa pandemi mereka belajar tiap sabtu dan ahad selama pandemi kegiatan belajar hanya seminggu sekali apalagi setelah masa WFH berakhir.” Jelas Dosen UNM tersebut.

Lanjut Pegiat literasi dan pembina Enterpreneur Sosial ini Relawan yang ada di RBCD ini saat sebanyak 20 anak muda yang pastinya memiliki jiwa dan hati yang mulia, yang sabar menghadapi dan mengajarkan anak-anak yang belajar disana. Ia mengungkapkan sebelum mereka menjadi relawan di RBCD harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu.

Dan para relawan ini sudah di beri Training oleh salah satu organisasi internasional yaitu Save The Children karena di RBCD ini sebagai wadah untuk anak-anak yang putus sekolah bermain dan belajar.

Relawan yang juga petugas medis di salah satu PKM Rizal mengatakan, ketertarikan bergabung sebagai relawan karena ingin mengubah stigma masyarakat terkait ketergantungan mereka pada lem, ia pun menjelaskan setelah bergabung, banyak hal di luar pemikirannya, anak jalanan ternyata lebih pintar, lebih penurut hanya saja mereka berbuat di karenakan lingkungan mereka yang kurang baik.

“Disini saya belajar melatih jiwa saya, setiap pekan saya asah kemampuann emosional. Mereka yang kadang menjengkelkan membuat kita belajar bagaimana kita berusaha turunkan, saya belajar dari mereka, saya terkesan anak jalanan ini, mereka lebih pintar, mereka membaca dan diperintah ceritakan ternyata mereka bisa luar biasa, stigma negatif bisa di ubah dengan kelebihan mereka yang mungkin tidak di ketahui masyarakat umum yang hanya dilihat dari peminta mintanya saja.” Jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed