Pemerhati Pendidikan : Masalah PPBD Masalah Klasik yang Selalu Terulang

PAREPARE, SULAPA. COM – Berbicara masalah pendidikan sekarang ini minimal ada 5 yang mengemuka pertama seperti Penerimaan peserta didik baru yang baru saja selesai dan menyisakan beberapa masalah. Hal tersebut di Ungkapkan Pemerhati Pendidikan Dr. Parman Parid saat di mintai pendapatnya terkait Isu hangat di Program Obras Rabu (22/07/20).

Dr. Parman juga menjelaskan, masalah Zonasi yang membuat tidak terjadi pemerataan dalam hal peserta didik baru atau sarana prasarana termasuk gurunya.

“Hanya memang kita sayang kan yang terjadi dalam PPDB tahun ini adalah pemerataan siswa itu terjadi di sekolah yang terlanjur difavoritkan oleh masyarakat itu menerima lebih dari sekolah-sekolah misalnya yang memiliki milik pemerintah contoh SMP 1 dan 2 itu menerima peserta didik baru sebanyak 10 rombel sementara ada sekolah yang milik pemerintah juga yang fasilitas sarana dan prasarana yang juga termasuk gurunya hanya menerima ruang 4 kelas sehingga yang terjadi itu mungkin ada beberapa guru harus pusing mencari jam mengajar untuk mencukupi sertifikasinya.” Jelas Dosen UM Parepare tersebut.

Lanjutnya, Masalah yang kedua ada beberapa sarana prasarana yang mungkin sesungguhnya bisa digunakan jadinya tidak bisa digunakan. Sementara ada sekolah yang padat sehingga substansi dari Permendikbud tidak terjadi tentang pemerataan. Selanjutnya lanjutnya, masalah seragam yang hampir ini hampir tiap hari dibahas diobras Radio Mesra Parepare.

“Saya pikir kalau memang dinas pendidikan tidak mampu biarlah DPRD bagaimana menjembatani sehingga ada jalan keluar karena memang ini masalah selalu terjadi setiap tahun karena memang ada perbedaan harga yang terjadi yang terjadi. ketika misalnya anak-anak memesan pakaian di tempat jahit yang memang mungkin menjadi langganan sekolah dibanding dengan harga pasar sehingga banyak orang tua yang merasa berat untuk membayarnya walaupun karena ini merupakan bentuk primer kebutuhan primer bagi mereka terpaksa harus bayar.” Kata Ketua Koni ini.

Terkait masalah tersebut mantan anggota dewan pendidikan kota Parepare ini meminta kepada anggota Dewan bersama Dinas pendidikan untuk mengkaji sebenarnya jalan keluar seperti apa ada solusi.

“Yang saya tawarkan bagaimana kalau misalnya harga pasar ada persentase kenaikan di tempat menjahit sekolah yang ditunjuk taruhlah misalnya jangan sampai 20% terserah bagaimana kajiannya.” pintanya.

Akbar sulapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Melalui Kemenag RI, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1441H

Kam Jul 23 , 2020
JAKARTA, SULAPA. COM – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan Hari Raya Idul Adha 1441 H jatuh pada Jum’at, 31 Juli 2020. Ketetapan ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi usai memimpin Sidang Isbat (Penetapan) 1 Zulhijjah 1441 H yang digelar Kementerian Agama, di Jakarta. Menurut Menag, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan hasil hisab posisi hilal dan laporan rukyatul hilal. […]

PILIHAN PEMBACA

  • Bulan agustus adalah bulan yang paling bersejarah di Republik Indonesia yang kita cintai ini, karena bulan ini menjadi momentum berdirinya negara yang ditandai dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Negara Republik Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Biasanya juga di bulan ini, banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan di republik ini untuk menyambut atau merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, namun dengan pandemi covid-19 ini, […]

  • LUTRA, SULAPA. COM – Banjir kembali melanda wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, setelah curah hujan tinggi mengguyur pada hari ini, Selasa (04/08/20). Relawan one care Arif kepada media via whatsapp membenarkan hal tersebut mengatakan debit air di Sungai Masamba naik. Ditambah hujan yang terus-menerus terjadi. Relawan one care lain Ida mengungkapkan Timnya saat ini menyalurkan donasi sebanyak 75 […]

  • SIDRAP, SULAPA. COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) ICHSAN Sidrap melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Kamis, (06/08/2020). Bantuan kemanusiaan tersebut berupa air minum 15 dos, beras 230 kg, terpal 5, karpet 1 lusin, sarung 1 dos, popo bayi 3 dos, perlengkapan bayi 1 dos, p3k 1 […]

  • PAREPARE, SULAPA. COM – Musibah yang terjadi di Masamba Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan, salah satu banjir disertai dengan lumpur menjadikan masyarakat yang terkena dampaknya banyak kehilangan dan menjadi traumatik yang dirasakan. Hingga saat ini sejumlah relawan, baik yang berada di lokasi musibah maupun di daerah masing-masing menggelar kegiatan kemanusiaan untuk mengurangi kesedihan akibat dari musibah tersebut. Kegiatan Ngobrol Puisi […]

  • PAREPARE, SULAPA. COM – Ketua ormas laskar merah putih Parepare H. Syamsul latanro untuk pelaksanaan Qurban tahun ini kembali menyerahkan 3 ekor sapi Qurban kepada masyarakat. Salahsatu pengurus yang juga komandan Densus laskar merah putih parepare Sappe dihubungi mengatakan pembagian hewan Qurban tersebut merupakan program rutin yang dilakukan HSyamsul latanro disetiap pelaksanaan Idul Qurban. “Beliau adalah tokoh masyarakat yang kami […]

× Iklan, Saran dan Kritik Hubungi Kami