oleh

Terkait Dana BOS. Komisi II Jelas petunjuk Teknis Mendikbud nomor 19 tahun 2020.


PAREPARE, SULAPA. COM – Pembagian kuota yang di ambil dari penggunaan dana bos semakin di pertanyakan masyarakat terutama di program layanan publik Obras Radio Mesra Parepare. Seperti yang di katakan warga Lauleng Soreang Umar yang berharap kebutuhan kuota ini bisa segera di selesaikan.

“Kuota sangat dibutuhkan anak sekolah pada saat proses belajar mengajar harapan kami semoga di tahun ajaran baru ini pemerintah dan Anggota Dewan khusus komisi II bisa memikirkan permasalahan ini tentang penggunaan dana bos untuk kepentingan belajar mengajar.” Katanya Rabu, (22/07/20).

Menjawab hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD kota Parepare Kamaluddin Kadir mengatakan Terkait dana BOS Jelas petunjuk teknis Mendikbud nomor 19 tahun 2020.

“Terkait penggunaan dana BOS Reguler yaitu ada 2 poin, walau sebenarnya ada 4 tapi yang paling penting ada dua yang pertama penggunaan dana BOS boleh dialihkan untuk pembelian pulsa atau kuota yang kedua boleh dibeli dalam rangka pelaksanaan protokol kesehatan seperti cairan disinfektan untuk sekolah terus yang ketiga terkait dengan tunjangan honor bagi guru honor yang 50% tapi untuk sementara selama masih situasi kegawatdaruratan oleh pemerintah pusat khusus untuk itu dihilangkan dulu selama masih pandemi sekarang ini dana bos di khususkan sepenuhnya untuk kuota dan pembelian alat-alat protokoler kesehatan.” Terang Politikus Gerindra tersebiut.

Lanjutnya, Karena dana BOS yang dikucurkan pemerintah berdasarkan jumlah siswa cuman mungkin oleh pihak sekolah tidak mengeluarkan sekaligus karena dana ini turun dari pusat 3 kali dalam setahun pertama 30% pertengahan pertengahan tahun 40% dan akhir tahun.

“Setelah laporan dimasukkan cair lagi 30% jadi mungkin ada keterbatasan pihak sekolah untuk membagi secara keseluruhan karena dana itu terpotong potong jadi kalau mau dibagi sekaligus mungkin pihak sekolah kesulitan. mungkin itu makanya oleh dinas pendidikan itu memprioritaskan dulu kepada yang mungkin lebih berhak dulu ya itu anak-anak Didik yang kurang mampu.” urainya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed