oleh

H. Palemmui Gelora Spirit Kemerdekaan Lewat monolog Di Ngopi 9

PAREPARE, SULAPA. COM – Memaknai kemerdekaan bisa di lakukan dengan berbagai cara termasuk dengan menuangkan kata lewat puisi. Salah satu pengisi acara Ngopi malam edisi ke-9 di Hilal Point Selasa 18/08/2020 Drs. H. Palemmui menjelaskan sebenarnya dari dulu menyiapkan dalam rangka ikut memeriahkan ultah kemerdekaan RI yang ke-75 bukan sebuah kebetulan tapi memang di desain Ngopi malam dalam rangka memperingati republik Indonesia NKRI.

“Kita selalu selaku penikmat penerima tongkat estafet daripada syuhada pahlawan pejuang pahlawan bangsa untuk mengimplementasikan jasa-jasa dari mereka paling tidak kita mewacanakan dalam bentuk nasehat saran lewat goresan pena lewat baca puisi.” kata Palemmui.

Lanjut kepala UPTD SMAN 2 ini, yang penting sebagai warga bangsa, ia tidak bermaksud menyia-nyiakan serta mengisi kemerdekaan ini dengan hal hal negatif apalagi dengan adanya Ngopi Malam yang di gagas radio mesra dan lembaga lembaga lain.

“Alhamdulillah ada wadah yang dihimpun dan digagas radio mesra bersama lembaga-lembaga lain yang tergabung di dalamnya yang hampir setiap bulannya secara rutinitas kita lakukan dan ini sudah mengglobal bukan saja nasional tapi sudah diikuti digandrungi oleh berbagai negara alhamdulillah sangat antusias dan saya support dan insya Allah dan sepanjang perjalanannya Saya akan ikut terus selalu selaku manusia biasa saya tidak mau dikatakan seniman atau budayawan itu tergantung apresiasi masyarakat.” Terang H. Pale

Dalam penampilannya Puang Pale panggilan akrabnya akan mengaktualisasikan apa yang dirasakan.

“Saya juga merasakan satu kesedihan kekecewaan sehingga bisa jadi dalam cerminan apa yang saya sampaikan lewat monolog dan pembacaan puisi itu tersampaikan bukan berarti mengkritisi negara saya, tapi kalau tidak dengan cara ini siapa lagi yang mengorek mencubit kalau bukan diri kita ketimbang negara lain yang mau mengobok-obok negara kita saatnya ayo kita bangkit kita intropeksi bahwa sudah banyak entah berapa tidak terhitung kita ini sudah tereksploitasi karena seni adalah suara hati yang tidak bisa di dustai tidak bisa dibodohi tapi kadang-kadang masih terjanggal.” Urainya

Puang pale juga menyayangkan karena masih ada sekelompok kecil orang yang tidak bisa melihat secara utuh kadang dipanggil berdasarkan kebutuhan sesudah itu sampah lebih berharga daripada.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed