oleh

Antisipasi Kelangkaan Gas, Arsal Usulkan Pertamina Penuhi Kebutuhan Petani

PAREPARE, SULAPA. COM – Persoalan Gas masih terus berlanjut berbagai upaya dari pihak-pihak terkait sudah diupayakan ada operasi pasar, ada upaya lain namun masih banyak di dapatkan kelangkaan. Demikian di ungkapkan Dewan Penasehat LSM Fokus H. Andi Abd. Rahman Saleh saat bergabung di program Obras Radio Mesra. Selasa (25/08/20).

“Kalau semua pihak mau jujur mulai dari pihak agen, bahkan permani Pertamina, kalau memang bagus pengawasan pihak aparat kepolisian itu tidak akan terjadi seperti ini. saya kira kita semua sudah paham itu setiap musim kemarau daerah tetangga butuh untuk pertanian mereka, Nah inilah salah satu yang menyebabkan kelangkaan itu tanpa ada solusi seperti ini itu saya yakin setiap tahun setiap musim kemarau akan seperti ini.” Kata Rahman Saleh.

Mantan Legislator ini menganjurkan jika gas elpiji yang keluar daerah ini, mereka, oleh Pertamina disiapkan untuk dilayani digunakan disawah-sawah daerah tetangga. Ia minta daerah melayani seperti ini daripada selalu saling tuding menuding.

“Bahwa ada yang menggunakan misalnya pedagang itu saya kira selama ini kan juga seperti itu tapi tidak terjadi kelangkaan kenapa hanya bulan bulan seperti ini baru langka. ada usulan pihak Pertamina sediakan juga mereka yang selama ini menggunakan solar ketika pompa air di sawah mereka. siapkan juga mereka elpiji supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini dan itu perlu ada kebijakan bersama daerah daerah setempat daripada kita selalu spekulasi.” Terangnya.

Ia menambahkan, agak sulit memindak warung-warung atau PNS meski ada aturan. Menurutnya penyebab kelangkaan gas itu karena ketidak jujur saja bahwa banyak yang keluar mulai dari SPBG, ada dua agen ditambah pangkalan-pangkalan.

“Ini saja yang ditelusuri pasti akan dapat kenapa orang cenderung menjual keluar karena harganya di luar itu mahal hukum ekonomi kalau ada yang lebih menguntungkan itu kita bawa keluar karena harga jadi pemikiran saya lebih baik kita jujur saja kita buka-bukaan bahwa memang kami menjual keluar karena nilai ekonominya lebih tinggi setelah kita tahu bahwa kebutuhan di luar seperti ini misalnya dialokasikan saja mereka dengan harga yang berbeda juga kalau ke daerah.” Tutup Arsal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed