oleh

Opini : Siaga Dini Cegah Kebakaran Hutan

Potensi kebakaran hutan di musim kemarau ini sangat berbahaya bagi kelangsungan ekosistem, sehingga berdampak pada kehidupan Flora dan Fauna didalamnya. Kebakaran hutan akan menghasilkan asap dan CO2 yang belebihan sehingga dapat mengurangi kualitas udara.

Kebakaran hutan juga dapat membuat hutan menjadi gundul sehingga daya serap/penyangga cadangan air dimusim penghujan tidak bisa lagi ditampung dan berpotensi terjadinya longsor. Hal ini harus diantisipasi oleh setiap pemerintah daerah/kota dalam melakukan upaya-upaya yang secara nyata dalam menanganinya.

Siaga Dini Cegah Kebakaran Hutan adalah hal yang seharusnya segera dilakukan pemerintah daerah/kota untuk mengantisipasi kebakaran hutan tersebut. Ditambah lagi dengan banyak ahli cuaca dan BMKG yang memprediksikan bahwa dibulan Agustus dan September 2020 merupakan puncak musim kemarau, sehingga mengakibatkan kekeringan hutan dan lahan.

Beberapa faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan yakni faktor alam yang di sebabkan oleh kondisi alami akibat dari Sambaran petir, lahar gunung , gesekan pepohonan dan lainnya. Yang kedua merupakan disebabkan oleh faktor manusia, baik disengaja ataupun tidak disengaja.

Sebagian besar kebakaran hutan dan lahan di Indonesia merupakan ulah manusia yang disengaja maupun tidak disengaja. Ada beberapa faktor pembakaran hutan yang sengaja dilakukan manusia salah satunya adalah untuk kepentingan pembukaan hutan dan lahan yang dialih fungsikan ke perkebunan, industri, perumahan dan lain-lain karena dengan melakukan pembakaran hutan dan lahan tidak membutuhkan biaya yang banyak.

Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kondisi kebakaran hutan di musim kemarau ini sering terjadi di Indonesia dan penyebab-penyebabnya sebagian besar akibat dari ulah manusia.

Maka dari itu pemerintah daerah/kota harus siaga secara dini dalam melakukan upaya pencegahan kerusakan hutan dan lahan. Pencegahan yang harus dilakukan segera oleh pemerintah daerah/kota adalah melakukan kampanye Bahaya kebakaran hutan dan konsekuensi kebakaran hutan yang dilakukan oleh manusia. Selain itu, pemerintah daerah/kota harus melakukan pengawasan dan penjagaan secara langsung di daerah-daerah yang berpotensi kebakaran hutan dan lahan.

Terkait dengan regulasi kebakaran hutan, ini belum mampu mengurangi kejadian pembakaran Hutan dan Lahan. perlu menggiatkan secara massif tentang kampaye , pengawasan dan penjagaan secara nyata karena tindakan Pencegahan Dini Adalah hal yang terbaik yang dilakukan saat ini untuk menjaga kelestarian hutan dan Lahan, dan bencana alam.

Andi Rifaldy Wijaya
Sekretaris Badan Lingkunga Hidup (BLH) Pemuda Pancasila (PP)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed