oleh

LKBH Makassar Tuntut Bank Mandiri Cokro 50 M

MAKASSAR, SULAPA. COM – Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Kota Makassar menuntut Bank Mandiri Cokro Makassar ganti rugi sebesar Rp 50 Miliar atas tindakannya menghilangkan sertifikat nasabah atas nama H. Achmad, Rabu (09/09/20).

Diketahui kronologi kejadian bermula ditanggal 8 Juni 2015 mendapatkan persetujuan kredit dengan nilai 200 juta dengan jaminan 2 sertifikat yakni sertifikat 04499 dan 04485 yang masing-masing letaknya di Kelurahan Paccinongan, Gowa.

Dinyatakan diterima dengan nomor : MBC.UMU.MBD.TDP/179/KUM/2015.A00 dan MBC.UMU.MBD.TDP/180/KUM/2015.A00 yang ditandatangani oleh Debitur H. Achmad berserta istri dan pihak Bank Mandiri, Micro Mandiri Manager, MBU Makassar Toddopuli, dan Intan Rakhmannisa.

Namun naasnya 2018 sertifikat tersebut yang harusnya dikembalikan karena H. Achmad telah melunasi kredit tersebut ternyata dinyatakan hilang oleh Bank Mandiri ditangan notaris rekanan Bank Mandiri.

Atas kejadian tersebut, H. Achmad melaporkan kejadian yang menimpanya ke LKBH Makassar guna membantunya.

“Kami sudah terima aduan bapak aji, selanjutnya kami akan mencoba dulu jalur kekeluargaan, jika jalur itu tidak ada solusi maka kami akan laporkan ke polisi dan gugat ke Pengadilan Negeri Makassar,” terang Direktur LKBH Makassar.

Bukan tanpa alasan, LKBH Makassar meminta pihak bank mengganti kerugian itu dikarenakan sertifikat yang hilang milik kliennya H. Achmad akan segera dijual untuk digunakan sebagai modalnya membangun usaha properti.

Direktur LKBH Makassar, Muhammad Sirul Haq saat berada di Pengadilan Agama Sungguminasa, Kabupaten Gowa menjelaskan kisaran-kisaran dan kemungkinan tatkala uang H. Acmad tidak dihilangkan oleh pihak bank.

“Jika objek itu dijual di 2018 senilai 350 juta untuk dipakai membangun rumah dengan modal tiap rumah 100 juta dan jadi setiap bulannya kemudian dijual dan diputar lagu untuk membuat rumah selama 2 tahun hingga 2020. Kerugian inmaterial juga merupakan kejadian yang sangat memalukan yang dialami klien kami yang pada saat itu mau melakukan transaksi user tetapi dibatalkan karena sertifikat yang menjadi jaminan di bank mandiri dinyatakan hilang,” ungkap Muhammad Sirul Haq.

Sirul juga menambahkan, bahwa selama 2 tahun kliennya menjaminkan 2 sertifikat miliknya di Bank Mandiri Cokro sebagai syarat mengajukan kredit tapi saat dilunasi kredit dan diambil salah satu sertifikatnya tetapi dinyatakan hilang.

Lebih lanjut, Sirul Haq menegaskan pihak Bank Mandiri harus segera bertanggung jawab atas kehilangan sertifikat kliennya.

“Dana 50 Miliar sebagai bukti kepada masyarakat bahwa kami serius menuntut hak rakyat yang terdzolimi dan bukti Bank Mandiri Cokro tidak profesional menyimpan surat penting nasabahnya,” tegasnya.

Sementara itu, H. Achmad yang dimintai keterangan, kaget atas kejadian yang merugikan dirinya.

“Saya juga kaget, ketika Mandiri menyatakan sertifikat itu hilang padahal saya langsung lunasi saat itu juga di 2018. Namun, sampai tahun 2020 tidak ada pertanggungjawaban ganti kerugian pihak bank,” ketus H. Achmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed