oleh

Zugito Tutup Diklat PWI Sulsel

MAKASSAR, SULAPA. COM – Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh yang akrab disapa Zugito, menutup secara resmi kegiatan pendidikan dan latihan (Diklat) jurnalis tingkat dasar dan lanjutan, Sabtu 10 Oktober 2020.

Dalam sambutannya, mantan Ketua PWI Sulsel dua periode itu mengungkapkan, rasa syukurnya bisa kembali ke tanah kelahirannya di masa pandemi Covid-19.
Zugito mengakui, kegiatan ini bukan pendidikan, tapi sebuah orientasi. ” Wartawan memang perlu di orientasi untuk mampu mencari jati dirinya. Selain itu, dapat mengenal lebih dekat apa itu organisasi PWI,”jelasnya.

Hari ini, kata Zulkifli, kita memahami betul jati diri sebagai wartawan. “Tidak mudah menjadi wartawan, terlebih di masa pandemi Covid-19. Masyarakat tidak akan tahu kondisi yang berkembang, kalau tidak ada peran wartawan,” jelasnya.

Wartawan, kata Zugito, wajib memiliki tiga kartu identitas yakni kartu dari perusahaan, kartu anggota PWI dan kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW). ” Kalau ada yang menghalangi wartawan dalam peliputan perlu di pertanyakan, karena tentunya mereka tidak paham akan ketentuan yang diakui negara,”katanya.

UKW

Zugito pun mengakui, selama ini bila bersua dengan tiap kepala daerah. Dirinya tak segan mengimbau dan meminta untuk membantu para wartawan maksimal 10 orang untuk mengikuti UKW yang ada di wilayahnya. ” Bahkan, saya minta dimasukan ke APBD. Akan malu seorang wartawan yang sudah UKW untuk melakukan sesuatu yang salah,”ungkapnya. “Kartu UKW itu menyengat,”tambahnya.

Sebelum menutup sambutannya, dia berharap agar semuanya tidak tertinggal dalam dunia kewartawanan. ” Masuklah organisasi kewartawanan agar tidak tertinggal di era saat ini,”jelasnya.

SMSI dan PWI

Mantan Ketua PWI Sulsel dua periode, Zugito mengakui, menjadi seorang wartawan memang berat. Dan wartawan itu hanya satu. Saat ini banyak organisasi wartawan, salah satunya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang menghimpun perusahaan media online atau siber.

SMSI itu didirikan oleh senior-senior PWI. SMSI terdaftar diseluruh Indonesia dan diakui pula oleh Dewan Pers. “Kini hadirnya SMSI ditiap daerah, kami pun mengimbau agar mampu berjalan bersama-sama PWI. Makanya mendaftarlah di organisasi. SMSI mengurus perusahaan bukan wartawan, jadi ada baiknya bergabung ke PWI,” imbuhnya.

Sebelum menutup sambutannya, kembali Zugito mengimbau untuk UKW. Tujuannya sangat penting agar dapat dihormati pejabat dan dihargai serta diakui negara. Dewan pers dibentuk melalui UU untuk mengurusi wartawan. Dan PWI salah satu anggota Dewan Pers. Dan kalau ikut UKW jangan terlalu emosi, ikuti jenjangnya mulai tingkatan muda, madya dan utama. ” Sebelum maju di utama, latihan dulu. Mengambil jenjang utama jangan buru-buru. Kuasai teknologi, seperti komputer,”tutupnya.(*/ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed