oleh

Kasus Hacker Soppeng, Kuasa Hukum Berdalih Penyidik Langgar KUHAP

SOPPENG, SULAPA. COM – Kasus Pembobolan Kredit Card yang ditangani Polres Soppeng banyak menuai kontroversi, hal tersebut diungkapkan Kuasa Hukum Terduga Pelaku DR, Senin (19/10/20)

Kasatreskrim Polres Soppeng, AKP Amri membantah bahwa kasus yang sementara ia usut ini banyak kejanggalan, menurutnya yang dilakukan oleh penyidik Polres Soppeng sudah sesuai dengan prosedur. AKP Amri juga menjelaskan, barang yang diamankan oleh pihak Kepolisan diserahkan oleh pelaku sebagai barang hasil kejahatan.

“Namanya diserahkan, tentu kami terima. Kita berikan tanda terima, kemudian dikeluarkan oleh Pengadilan sebagai tanda persetujuannya penyitaannya. Jadi tidak benar bahwa tidak ada izin penyitaannya,” terang Kasatreskrim Polres Soppeng ini.

Hal tersebut ditanggapi oleh kuasa hukum DR, As Oedin. Menurutnya berdasarkan fakta hukum bahwa penyitaan yang dilakukan oleh penyidik Polres Soppeng itu nilai tidak sesuai prosedur hukum dikarenakan penyitaan yang berdasarkan penyerahan.

“Menurut KUHAP, prosedur yang benar dalam penyitaan ialah surat penyitaan terlebih dahulu diminta dari ketua pengadilan negeri Soppeng baru melakukan penyitaan, bukan berdasarkan penyerahan seperti yang dimaksud penyidik Polres Soppeng dan penyerahan tersebut tidak diatur dlm KUHAP ( Kitab Undang-undang hukum acara pidana )”pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa kasus ini menurut penyidik Polres Soppeng sudah digelar perkara di Polda Sulsel, namun kuasa hukum menyatakan bahwa Polda Sulsel mengklarifikasi bahwa Kasus tersebut belum pernah dilakukan gelar perkara di Polda.

Kuasa Hukum DR, Sufyan Lahabi, juga ikut menyoroti 2 orang DPO yang belum ditahan sampai saat ini

“2 orang DPO ini merupakan keluarga dari salahsatu pejabat UPTD Kabupaten Soppeng” Tegasnya.

Menurut terduga tersangka DR, ia dan keluarganya diintimidasi seperti bahkan penyidik sedari awal kasus ini mau menurunkan pembuat undang-undang dan TPPU hal inilah membuat Dedi dan keluarganya trauma.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed