oleh

Penyuluh Agama Non ASN KUA Soreang Bersaing Melalui KTI

PAREPARE, SULAPA. COM – Pada masa pandemi Covid-19, para pendakwah sangat jarang melakukan ceramah maupun khutbah akibat dari social distancing yang dianjurkan oleh pemerintah pusat hingga pemerintah daerah untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Akan tetapi hal tersebut tidak menghalangi salah satu Da’i muda dan juga salah seorang penyuluh agama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Parepare tepatnya di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Soreang yaitu Zulfajar Najib Haddade, Senin (26/10/2020)

Zulfajar membuat suatu Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan judul “Mutiara Da’wah”, ia memulai karyanya pada awal bulan maret hingga kini akan diterbitkan akhir bulan Oktober.

Ia mengatakan, pembuatan karya ini termotivasi dari catatan-catatan dakwahnya yang terkumpul, “Buku mutiara dak’wah ini merupakan catatan-catatan kamis sebagai penyuluh agama kemudian berinisiasi untuk dibukukan”, katanya

Zulfajar menambahkan, jika dalam buku tersebut mempunyai keunggulan yang terbagi tiga bagian yaitu ada ceramah pilihan, kata-kata hikmah, dan mutiara do’a.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada Bapak Kemenag, H Abdul Gaffar yang telah memberikan support terhadap karya ini, semoga karya ini bisa memotivasi teman-teman penyuluh agama juga”, ungkap Korwil Komunitas Pendakwah Keren (KPK) ini.

H Abdul Gaffar selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare sangat mengapresiasi atas karya yang dibuat oleh salah satu penyuluh agama Kota Parepare.

“Kita sangat mengapresiasi atas karya yang akan diterbitkan oleh penyuluh kita ini, ternyata penyuluh Non ASN bisa juga bersaing dengan penyuluh ASN melalui karya tulis ilmiah”, ucap H Abdul Gaffar saat monitoring di KUA Soreang, Selasa (13/10/2020)

Kakan Kemenag berharap, jika hal seperti itu juga bisa di lakukan oleh KUA Kecamatan lain, “Tolong kalau sudah terbit bukunya, kami akan sebarkan ke madrasah-madrasah, yang penting tidak bertentangan dengan regulasi yang ada, karena dengan adanya seperti ini akan mengangkat nama baik Kementerian Agama Kota Parepare”, tutupnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed