oleh

Krisis Radikalisme, SEMMI Pandeglang Gelar Webminar Anti Radikalisme

PANDEGLANG, SULAPA. COM – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Pandeglang, menggelar Webminar dengan tema “Menilik perjuangan pemuda Islam di masa kejayaannya, dan implementasi di era milenial”.

Ketua Umum SEMMI Pandeglang, Aris menuturkan, pentingnya mengulas dan mereview jihad ala Islam, di zamannya kejayaan Islam di masanya, dimana itu sangat diperlukan justru memberi pencerahan kepada pemuda untuk waspada kepada virus-virus radikalisme yang mencecar generasi milenial, hal ini disampaikan Aris pada akhir acara.

“Tentu dengan Webminar kami kali ini, ini adalah merupakan bukti konkrit bahwa SEMMI hadir untuk kemaslahatan umat di tengah wahab fitnah yang begitu kencang mendera Islam, dan kami harapkan kaum muslimin tidak perlu khawatir akan istilah Jihad, karena sesungguhnya Jihad adalah sesuatu yang di perintahkan oleh Allah dan Rasull-Nya. Akan tetapi tentu pemaknaan narasi Jihad inilah yang perlu kita bahas, sehingga tidak salah dalam menafsirkan, dan akhirnya hanya akan merusak Islam serta tatanan bernegara” ucapnya

Ditempat terpisah, Pemateri Ramdhan Agung Giri Nugroho, menuturkan, bahwa dengan melihat ke belakang bagaimana keimanan Islam, dan semangat, serta cara mujahid Islam berjihad, kita akan melihat bahwa Islam itu indah, dan tidak merusak apapun, serta ia menegaskan bahwa Islam bukan terorist, serta Bom bunuh diri bukan Jihad, hal ini di tuturkan di tengah penyampaian materinya.

“Jadi kita tegaskan, bahwa Jihad adalah bagian dari Islam, dan ini adalah Haq. Akan tetapi diakhir Zaman, banyak orang-orang jahil yang salah dalam mendefinisikan jihad, sehingga terjadi peledakan dimana-mana, mengkafirkan pemerintahan NKRI, dan menghalalkan darah umat manusia tanpa haq, tentu ini kebatilan diatas ghiroh yang tinggi, justru itu kita harus bersama-sama memelihara ghiroh kaum muslimin tetap terjaga tapi tentu dengan pemahaman yang haq, agar tidak menyebabkan kerusakan.” Tutupnya

Sekertaris Umum Fahmi Ubaidilah, sekaligus moderator pun mengambil kesimpulan dari total dua jam dialog serta pemaparan materi tersebut, dimana ia menuturkan, beberapa point penting dalam diskusi tersebut.

“Banyak point nya, tapi ada beberapa yang kami jadikan pokok pembahasan, bahwa diantaranya, Islam adalah agama yang damai bahkan ketika perang kita dilarang membunuh wanita, anak-anak, lansia, serta orang yang menyerah, dan juga dilarang merusak rumah ibadah, selanjutnya adalah korelasinya adalah kita tidak boleh atau dilarang mencaci maki pemerintahan secara personal, akan tetapi boleh mengkritisi kebijakannya tanpa merusak fasilitas umum, serta mengganggu kemaslahatan umat, dan yang terakhir, kami tegas dan sepakat, bahwasanya Islam bukanlah terorist, Bom bunuh diri bukan Jihad, serta Pemerintahan Indonesia, bukanlah pemerintahan Thogut atau kafir, akan tetapi Indonesia adalah negara Islam dengan berbagai macam kekurangannya sebagaimana yang disampaikan pemateri sebelumnya.” Ujarnya mengakhiri wawancara dengan awak media.

Tentu hal ini harus terus di perjuangkan dan dikembangkan agar menebar makna makna haq dalam Islam, sesuai dengan syariat yang diajarkan oleh Allah dan Rasulullah serta para sahabatnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed