MOS Berujung Maut, KPAI: Tugas Sekolah Melindungi Anak dari Tindak Kekerasan

JAKARTA, SULAPA. COM – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memiliki perhatian besar terhadap kasus meninggalnya ananda DBJ (14) yang di duga meninggal dunia ketika mengikuti masa orientasi siswa (MOS) atau sekarang disebut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan dalam pasal 54 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ada kewajiban sekolah untuk melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan selama berada di lingkungan sekolah, baik kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, petugas sekolah maupun sesama peserta didik.

Kemudian ketentuan juknis maupun pedoman dan Permendikbud 18/2016 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga melarang penggunaan kekerasan selama masa MPLS dan larangan pelibatan siswa senior dan alumni.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi KPAI dengan pemerintah daerah pihak sekolah menjelaskan bahwa di sekolah mereka MPLS bernama Masa Dasar Bimbingan Fisik dan Mental, bukan MOS. Sesuai namanya, maka ada kegiatan outdoor yang memang berpotensi menguras tenaga peserta didik baru, salah satunya adalah Long March dimana para peserta didik baru akan berjalan kaki dari Talang Jambi ke Sukabangun.” kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/7/2019).

Retno mengungkapkan berdasarkan penjelasan pihak sekolah seluruh rundown acara sudah diketahui para orangtua siswa, termasuk orangtua DBJ. Orangtua juga sudah membuat surat pernyataan, namun Kadisdik belum membaca isi surat pernyataannya seperti apa.

Karena peristiwa ini KPAI juga melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan pada selasa (16/7) 2019, diperoleh penjelasan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan keluarga korban (terutama ibunda) dan bersedia memberikan layanan psikologis pasca peristiwa meninggalnya ananda DBJ. KPAI juga akan mengunjungi keluarga korban.
Bagikan ini:

Tinggalkan Balasan