oleh

Tiga Hari PTM Terbatas di Parepare Aman Penyebaran Covid-19, Siswa dan Guru Non Reaktif Swab Test

PAREPARE, SULAPA. COM — Tiga hari pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di enam sekolah pilot project di Kota Parepare, dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19.

Itu dibuktikan dengan dilakukan sampel swab test antigen terhadap beberapa siswa dan guru di sekolah pilot project tersebut. Hasilnya, semua yang diswab test antigen dinyatakan non reaktif atau negatif Covid-19.

Di UPTD SMPN 2 Parepare, Tim Covid-19 melakukan evaluasi pada hari ketiga, Rabu, 13 Oktober 2021, dengan menggelar swab test antigen.

Kepala SMPN 2 Parepare, Dra Hj Sri Enyludfiah MPd mengatakan, ada 15 peserta didik dan 5 orang guru yang menjadi sampel swab test antigen. “Alhamdulillah hasilnya 100 persen non reaktif atau negatif Covid-19. Terima kasih semua atas kerja samanya,” ungkap Sri Enyludfiah.

Di UPTD SMPN 4 Parepare, juga dilakukan swab test antigen terhadap beberapa siswa dan guru. Hasilnya, juga semua dinyatakan non reaktif.

“Alhamdulillah sampai hari ketiga, PTM terbatas berlangsung aman, terkendali, dan lancar,” kata Kepala SMPN 4 Parepare, HM Makmur SPd MM.

Makmur mengemukakan, ada 16 siswa dan 7 guru yang menjadi sampel swab test antigen di UKS SMPN 4. “Hasil rapid test baik siswa maupun guru semuanya dinyatakan negatif atau non reaktif,” terang Makmur.

SMPN 2 dan SMPN 4 adalah dua sekolah jenjang SMP yang menjadi pilot project PTM terbatas di Parepare. Sementara jenjang SD adalah SDN 3, SDN 5, SDN 24, dan SDN 71.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parepare, Arifuddin Idris mengaku akan terus melakukan evaluasi dan pantauan ke setiap sekolah pilot project hingga benar-benar dinyatakan aman, dan sekolah lainnya juga bisa ikut melaksanakan PTM terbatas.

“Alhamdulillah tadi beberapa siswa dan guru yang kita sampel semuanya dinyatakan non reaktif atau negatif. Tapi kami akan terus melakukan pantauan dan evaluasi, karena harapannya nantinya semua sekolah bisa PTM dengan aman, dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” tandas Arifuddin. (Hms/Propim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed