Opini : Bak sudah Menjadi Kebutuhan, Keberadaan Orang Dalam Dinilai Miliki Sisi Positif dan Negatifnya

Orang dalam banyak sekali kita temui di masyarakat baik penentuan kelulusan ujian, ketika melamar kerja atau dalam hal pelayanan publik. Yang dimaksud orang dalam yaitu keluarga, kerabat atau Orang yang dikenal dekat. Istilah orang dalam adalah Orang yang menjadi perantara dan di anggap bisa memudahkan urusan. Cerita tentang peran orang dalam untuk memudahkan urusan, memang bukan hal yang baru.

Peristiwa ini sering kita jumpai pada saat melamar kerja di suatu perusahaan dan di tempat tersebut ada keluarga, kerabat atau orang yang kita kenal, maka kemungkinan untuk bisa diterima kerja akan lebih besar berkat rekomendasi orang tersebut.
Banyak yang kesal dengan adanya orang dalam, contohnya dalam melamar pekerjaan banyak orang yang memenuhi suatu syarat akan tetapi harus tergeser atau tidak di terima
Contohnya dalam melamar pekerjaan di suatu perusahaan, saat ini tumpukan titel dan bagusnya atau tidaknya nilai tes ujian tidak lagi menjadi faktur penentuan kelulusan.

Peran orang dalam di percaya lebih mempunyai pengaruh. Banyak juga orang yang kesal dengan adanya orang dalam ini. Mereka harus bergeser dari posisi kelulusan kerjanya padahal sudah memenuhi syarat karena sudah ada nama yang lulus tanpa harus memalui rangkaian tes kerja yang susah.

Fenomena ini di anggap negatif karena karena mengecewakan banyak orang. Mereka yang sudah belajar keras dan mati-matian untuk bisa lulus rangkaian tes, tapi harus tergeser oleh orang-orang yang bahkan sama sekali tidak ikut tes. Peran orang dalam tersebut telah menggeser orang yang memiliki bakat dan karakteria dalam yang di inginkan.

Peristiwa ini juga sering terjadi pada saat ingin mendaftar di kampus. Salah satu teman saya pernah bercerita bawa ia pernah mendaftarkan dirinya di salah satu kampus daerahnya. Dia tidak di terima di kampus tersebut awalnya dia lulus tes tapi namanya berada di tempat cadangan akan tetapi dia tidak di terima karena sudah ada nama yang menggantikan tempat duduknya. Teman saya sangat kecewa dan berkata “enaknya punya orang dalam langsung di terima sedangkan saya yang berusaha keras untuk belajar malah di gantikan oleh orang lain”ujar teman saya.

Adapun juga aksi sogok-menyogok yang berperan besar dalam proses mulus atau tidaknya dalam urusan.

Tidak ada salahnya mempunyai orang dalam untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi pastikan itu adalah perusahaan pribadi, milik keluarga bukan milik pemerintahan. Dan jika milik pemerintah, maka pastikan orang tersebut harus memiliki karakteria yang di inginkan untuk menduduki posisi tersebut.

Kata “bantu” sering di gunakan dalam orang dalam. Tetapi menolong seseorang dengan cara yang tidak pantas bukanlah bentuk bantaun . Karena bantuan di gunakan orang yang seharusnya lebih berhak atas pertolongan itu sendiri.

Tidak selamanya kata orang dalam adalah hal yang negatif. Contohnya jika kita ingin mendatangi tempat wisata tetapi kita tidak tahu jalan. Kebetulan ada kerabat atau teman yang berada di tempat tersebut atau mengetahui daerah wisata tersebut , sehingga orang tersebut bisa menolong kita untuk menunjukkan jalan.

Dalam hal ini orang dalam tidak selamnya hal yg negatif karena tidak ada yang merasa dirugikan.

Penulis : Ulvia Muallifa, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, UIN ALAUDDIN MAKASSAR

Tinggalkan Balasan