oleh

Tq Begbagi Tips Hadapi Pandemi

PAREPARE, SULAPA. COM – Politisi dan Juga Pengusaha Kota Parepare H. Taqyuddin Djabbar hadir di Program IBH Sabtu (29/11/21). Dalam pemaparannya TQ mengatakan jika Pandemi Itu tentu ada yang diuntungkan ada yang dirugikan.

“misalnya restoran banyak tutup, toko, juga efek ekonominya kalau dia menggunakan dana perbankan pasti macet dan uang yang bergulir di bank tentu tidak stabil juga tidak sehat. di sisi lain ada juga ekonomi ekonomi rumah tangga bisa naik karena itu. Mereka ingin supaya ini diformalkan beri fasilitas seperti itulah dampak dari pandemi itu. Sampai kapan itu kalau menurut saya tidak perlu menunggu sampai kapan pandemi itu karena perilaku-perilaku kita di era pandemi itu bukan berarti bahwa ia hanya khusus pandemi ini bagian dari peradaban.” Kata TQ.

Lanjut Taqyuddin, artinya tanpa pandemi kondisinya pun akan terjadi cuman belum waktunya, kenapa panik karena demi membuat semua lebih cepat inflasi terjadi karena peredaran uang tidak seimbang dengan produksi.

“di Sulawesi Selatan masih beruntung di Jawa itu pabrik. pPbrik berhubungan dengan produksi produksi berhubungan dengan bahan baku bahan baku tentunya berhubungan dengan pekerja. pekerja tidak boleh masuk pabrik berarti tidak berproduksi kalau kita konsumsi, daerah kita pertanian kita diuntungkan. Jadi memang saat-saat seperti ini dibutuhkan kata pandai pandai mengelola perasaan bagaimana caranya menjaga keseimbangan hidup. hidup itu seperti burung Dia memiliki dua sayap yang kiri adalah kesabaran sayap kanan adalah syukur sabar ada dua sabar itu sesuatu yang diluar harapan kita.” Jelas Tq

Tambah Tq, yang kedua sabar untuk sesuatu yang belum tercapai syukur ada perbandingan tentang apa yang lebih baik dibanding kondisi itu ada yang jauh lebih buruk keseimbangan hidup yang harus jaga sehingga hidup bisa sehat itu butuh imun.

“imun itu bahagia itu yang mahal dan dalam situasi normal atau buruk negara harus hadir dengan terapi yang berbeda, pemerintah saat ini harus punya cara treatmen bagaimana mengembalikan Psykologi masyarakat, ada dua persoalan yang ditinggalkan pandemi nanti yaitu persoalan market dan persoalan Psykologi kalau soal market itu mudah begitu begitu kita masukkan suplai tenaga kerja boleh masuk kerja produksi terjadi tetapi mengembalikan psiologi masyarakat itu sangat susah inilah peran penting pada pemerintah untuk mengedukasi dekat dengan masyarakat memberikan pemahaman dengan demikian Psykologi akan kembali lagi itu lama sampai tahunan kalau market hitungan detik bisa terjadi.” Jelas Tq

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed