Healthy Cities Summit 2022 di Semarang, Parepare Jadikan Kota Sehat Pendukung Pembangunan Nasional

SEMARANG, SULAPA. COM — Delegasi Kota Parepare yang dipimpin Asisten I Setdako Parepare, Hj Amina Amin mewakili Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe ikut menghadiri Healthy Cities Summit 2022 atau Summit Kabupaten/Kota Sehat Indonesia 2022, di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Turut serta bersama Asisten I, Ketua Forum Kota Sehat Parepare, H Minhajuddin Achmad, Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare, Dede Alamsyah Wakkang mewakili Kepala Bappeda Parepare, dan stakeholder kesehatan Parepare.

Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin yang membuka resmi Summit Kabupaten/Kota Sehat Indonesia 2022 ini secara virtual, Senin, (38/03/22).

Summit Kota Sehat 2022 yang berlangsung di Patra Hotel, Semarang, melibatkan perwakilan Kementerian/Lembaga, APEKSI, 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota, baik dari pemerintahan maupun Forum Provinsi/Kabupaten/Kota Sehat se-Indonesia, termasuk Ketua dan Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat se-Indonesia.

Dede Alamsyah Wakkang mengatakan, Summit Kota Sehat bertagline “Dari Semarang untuk Indonesia” ini bertujuan sebagai sarana sharing informasi dan inovasi terkait pemenuhan indikator-indikator tatanan dalam pelaksanaan Kota Sehat yang mendukung pembangunan nasional.

Sharing informasi dan inovasi itu dituangkan melalui seminar dengan pemateri dar Kementerian/Lembaga maupun Kabupaten/Kota yang ditunjuk langsung oleh Kementerian untuk berbagi informasi terkait pelaksanaan Kota Sehat di daerahnya.

“Summit Kota Sehat ini semakin menguatkan Parepare sebagai Kota Sehat yang mendukung pembangunan nasional. Apalagi Parepare sudah empat kali berturut-turut mendapatkan penghargaan Kota Sehat tertinggi, Swasti Saba Wistara,” kata Dede.

Dalam Summit ini, pelaksanaan Kabupaten/Kota Sehat di daerah digambarkan melalui pameran di pelataran Patra Hotel Convention Center Semarang mulai 28 sampai 30 Maret 2022.

Peserta Summit dijadwalkan untuk mengunjungi Lokus-lokus Kota Sehat di Semarang, antara lain di Kampung Batik dan Smart Cakep.

Sementara Wapres, Ma’ruf Amin saat membuka Summit menekankan bahwa pembangunan Kota Sehat memerlukan kerja sama multisektoral.

“Visi besar pembangunan Kabupaten/Kota Sehat juga memerlukan dukungan dari multisektor, yaitu kelompok dunia usaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan media, atau yang dikenal dengan kemitraan pentahelix. Termasuk sinergi di lingkup internal Kabupaten/Kota maupun sinergi antarkabupaten/kota,” ungkap Wapres.

Wapres menggarisbawahi, konsep Kota Sehat tidak semata-mata didefinisikan oleh status melainkan dari kesadaran dan upaya terus-menerus untuk meningkatkan berbagai tatanan kesehatan kota, mulai dari kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, hingga tatanan kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, ketahanan pangan dan gizi, serta kehidupan sosial yang sehat.

“Artinya, dibutuhkan komitmen dan proses yang berkelanjutan untuk menciptakan dan terus meningkatkan lingkungan fisik dan sosial kota yang memungkinkan warga untuk saling menopang dalam segala aspek kehidupan serta mengembangkan potensi terbaik mereka,” tegasnya.

Kota sehat, kata Wapres, juga menjadi salah satu penentu konvergensi dan sinergi sejumlah program prioritas yang sedang digalakkan pemerintah, seperti percepatan penurunan stunting; penurunan angka kematian ibu dan anak; serta penurunan prevalensi tuberkulosis. Oleh karena itu, komitmen dan peranan Pemerintah Kabupaten/Kota menjadi semakin strategis dalam wujudkan Kota Sehat. (*)

Tinggalkan Balasan