Lapas Kelas IIA Parepare Gelar Rapat Evaluasi Capaian Target Kinerja Tahun 2023 Dan Monitoring Pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

PAREPARE, SULAPA.COM – Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, Amd.IP, SH Pimpin langsung pelaksanaan rapat evaluasi capaian Target Kinerja Tahun 2023 dan monitoring pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM.

Dimana Target Kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2023 diatur dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : M.HH-03.PR.01.03 Tahun 2022 Tentang Target Kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2023.

Dalam penyampaiannya Kepala Lapas IIA Parepare menegaskan rapat evaluasi juga menindaklanjuti Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : SEK-PR.04.02-03 tanggal 6 Januari 2023 perihal Penyampaian Target Kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2023 dimana pada poin pelaporan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Semester II Tahun 2023 yang dikumpulkan pada periode pelaporan Target Kinerja B12, diharapkan Satuan Kerja Lapas IIA Parepare untuk segera menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Satuan Kerja Tahun 2023.

Dalam rangka Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Satker Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare sangat diperlukan monitoring dan evaluasi pencapaian Pembangunan Zona Integritas atas 6 Area Perubahan guna melakukan proses perubahan secara sistematis dalam penerapan segala aturan dan peningkatan kepuasan pelayanan publik dengan memiliki etos kerja melayani bukan untuk dilayani namun melayani dengan sepenuh hati.

“Kecepatan dan ketepatan serta transparansi dalam memberikan pelayanan kepada publik sangat menjadi prioritas dalam perbaikan dan pemutakhiran pelayanan. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yang lebih obyektif tentang kemajuan, hambatan dan kendala dalam proses Pembangunan Zona Integritas,” Ucap Totok.

Laporan monitoring dan evaluasi Pembangunan Zona Integritas Tahun 2023 pada Satker Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare merupakan upaya nyata untuk perubahan dalam penataan Aparatur Sipil Negara yang berkinerja secara PASTI sesuai dengan tata nilai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam mewujudkan satuan kerja instansi pemerintah untuk mendapatkan predikat satker Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Kepala Lapas IIA Parepare mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas selama ini dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga binaan pemasyarakatan dan masyarakat umum.

Selanjutnya menindaklanjuti petunjuk dan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Bapak Irjen. Pol. Dr. Reynhard Saut Poltak Silitonga, S.H., M.H., M.Si, Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, Amd.IP, SH menggandeng kemitraan Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Parepare sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi antar stakeholder lainnya melaksanakan kegiatan Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima (Service Excellent) dalam rangka mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM.

Hadir langsung Kepala Bank Syariah Indonesia KC Parepare H. Andi Baso Muqsit Tenri Pamaory, S.E. beserta jajarannya, Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, AmdIP, SH, beserta Seluruh Pejabat Struktural Eselon IV V dan pejabat fungsional umum serta tertentu lainnya yang tergabung dalam Tim Pokja Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM dan mahasiswa Institut Andi Sapada Kota Parepare.

Kegiatan Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima Pada Lapas Kelas IIA Parepare dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Parepare sekaligus memberikan pengarahan terkait dengan peningkatan budaya pelayanan prima oleh pegawai sebagai penguatan pada area peningkatan kualitas pelayanan publik

“Program sosialisasi ini merupakan pelaksanaan kegiatan Pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM. Sebagai Petugas Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas memberikan pembinaan bimbingan dan pelayanan harus dilakukan secara humanis agar masyarakat dan WBP merasa puas dengan pelayanan yang di dapatkan,” Ujar Totok.

Dengan pendekatan kultur budaya dan kearifan lokal Kepala Lapas IIA Parepare mengedepankan falsafah masyarakat Bugis Sipakatau Sipakalebi dan Sipakainge yang memiliki sebuah arti saling menghormati, saling menghargai dan saling mengingatkan.

Pimpinan Bank Syariah Indonesia KC Parepare sangat mengapresiasi langkah strategi Kepala Lapas IIA Parepare yang berkomitmen mewujudkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM melalui peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selaku mitra kerja Kepala Bank Syariah Indonesia KC Parepare sangat mendukung program sosialisasi ini. H. Andi Baso Muqsit Tenri Pamaory, S.E. selaku narasumber menyampaikan materi tentang Budaya Pelayanan Prima.

Pelayanan prima atau juga dikenal dengan excellent service adalah upaya sebuah instansi, organisasi atau usaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan. Tujuan dari pelayanan prima ini hanyalah satu yaitu membuat pelanggan menjadi puas sehingga dapat meningkatkan aspek lainnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, Amd.IP, SH juga memberikan penghargaan kepada 3 Orang pegawai yang memiliki integritas, komitmen dan berkinerja tinggi sebagai pegawai teladan yaitu 1. Simung, S.Ag, MM (Pelaksana), 2. Dedy Sutaryadi R, Amd.IP, SH, MH (Ka. KPLP) dan 3. Nasri Sirappa, SE, M.Si (Kaur Kepegawaian dan Keuangan).

Lapas IIA Parepare terus meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan pembinaan kepada warga binaan pemasyarakatan. Kepala Lapas IIA Parepare berkomitmen meningkatkan mutu Pelayanan Publik Berbasis HAM dan mewujudkan pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan